Blog Studio
Ketika Karya Seni Jadi Modal: Masa Depan IP Seni Rupa di Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Selama ini, karya seni rupa kerap dipandang sebatas ekspresi estetik dan nilai kultural. Namun, wacana...
Memorable with Trouble: Seni sebagai Medan Perang, Pemulihan, dan Transformasi
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Pameran Memorable with Trouble di Matterial Coffee menghadirkan wajah seni rupa yang jujur dan apa adanya....
Memorable with Trouble: Ketika Luka Pribadi Menjadi Bahasa Visual di Matterial Coffee
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Matterial Coffee kembali menjelma menjadi ruang yang lebih dari sekadar tempat minum kopi. Lewat pameran...
Memori yang Bertabrakan: Membaca Trauma dan Keberanian dalam Pameran “Memorable with Trouble”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Pameran Memorable with Trouble yang diinisiasi Garis Collective menawarkan pembacaan jujur tentang memori,...
Ngopi Sambil Menyimak Luka: Saat Kafe Menjadi Ruang Baru Pameran Seni Rupa
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Perlahan, tetapi pasti, batas antara ruang seni dan ruang publik kian mencair. Fenomena ini terlihat jelas...
Lebih dari Pameran: Garis Kolektif sebagai Ruang Temu, Musik, dan Energi Jalanan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat SurakartaPameran “Garis Kolektif” di Surakarta tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga...
Ketika Luka Lama Menjadi Bahasa Visual: Pameran “Garis Kolektif” di Surakarta
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Surakarta Pameran seni rupa “Garis Kolektif” yang digelar di Surakarta menghadirkan lebih dari sekadar...
Nyawiji Kanggo Ibu Bumi: Festival Kendeng sebagai Ruang Kembalinya Seni ke Rakyat
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Kehadiran Taring Padi dalam Festival Kendeng 2025 menandai satu hal penting: seni menemukan kembali...
Ketika Seni Menjadi Arsip Perlawanan: Taring Padi dan Jejak Panjang Perjuangan Kendeng
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Festival Kendeng 2025 di Dukuh Misik, Pati, tidak sekadar menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga...








