Ketika Luka Lama Menjadi Bahasa Visual: Pameran “Garis Kolektif” di Surakarta
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Surakarta
Pameran seni rupa “Garis Kolektif” yang digelar di Surakarta menghadirkan lebih dari sekadar pertemuan karya. Ia menjadi ruang refleksi bersama bagi 14 perupa alumni Pendidikan Seni Rupa yang kembali menyatukan perjalanan kreatif mereka setelah bertahun-tahun berjalan di jalur masing-masing. Dibuka pada Sabtu, 20 Desember 2025, pameran ini menandai kerinduan kolektif untuk kembali berproses dalam satu ruang dan waktu.
Mengusung tema Memorable Trouble, pameran ini menyoroti fragmen persoalan hidup di masa lalu seperti luka, kegelisahan, dan ingatan personal yang diolah ulang menjadi sumber keberanian artistik. Setiap karya hadir sebagai narasi visual yang berbeda, mencerminkan pengalaman hidup masing-masing seniman. Di sinilah pameran ini menemukan kekuatannya: tidak seragam, namun terikat oleh benang emosional yang sama.
Ketua pameran, Kartika Oktavianti, menjelaskan bahwa Garis Kolektif berangkat dari komunitas Koncotani yang telah aktif menggelar pameran sejak 2019. Meski sempat terpisah oleh kesibukan dan jarak, ikatan kreatif itu tak benar-benar putus. Garis Kolektif menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya proses bersama dalam praktik seni.
Seluruh karya yang dipamerkan merupakan karya baru, meskipun akar persoalannya berasal dari pengalaman lama. Hal ini menunjukkan bahwa ingatan bukanlah beban, melainkan bahan baku yang terus hidup dalam proses kreatif. Melalui Garis Kolektif, para seniman mengajak publik melihat bahwa seni dapat menjadi medium penyembuhan sekaligus perlawanan yang sunyi namun bermakna.
(Sumber gambar: rri.co,id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
