Memorable with Trouble: Seni sebagai Medan Perang, Pemulihan, dan Transformasi
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Pameran Memorable with Trouble di Matterial Coffee menghadirkan wajah seni rupa yang jujur dan apa adanya. Di sini, seni tidak tampil sebagai sesuatu yang selesai dan rapi, melainkan sebagai proses panjang menghadapi konflik hidup, baik ekonomi, mental, maupun identitas diri.
Transformasi menjadi tema penting dalam beberapa karya. Alfiatun Dwi Budiasih, lewat lukisan Swallowtail, menggunakan simbol kupu-kupu untuk menggambarkan perubahan hidup yang berkilau. Karya ini berbicara tentang proses menjadi bahwa keindahan sering kali lahir setelah fase gelap yang tidak mudah dilalui.
Nada berbeda muncul dari karya Memorable War with Art milik Bayu Nugroho Adi Saputro. Ia memosisikan dirinya sebagai prajurit di medan perang seni rupa, berhadapan langsung dengan persoalan ekonomi dan keterbatasan kemampuan. Karya ini terasa lugas, nyaris brutal, namun justru di situlah kejujurannya, seni sebagai perjuangan, bukan romantisasi.
Sementara itu, Fadhila Rizki N menghadirkan proses pemulihan diri melalui Yang Tersisa, Yang Menguatkan. Karya ini merangkai ulang pecahan diri akibat depresi dan ambisi yang runtuh. Jakquellyn Tiara Reray juga mengolah memori secara tak biasa lewat tekstil dalam Resonasi Lapisan yang Tak Selesai menyusun lapisan kain sebagai simbol ingatan yang tak pernah benar-benar utuh.
Melalui pameran ini, Matterial Coffee menjadi ruang temu antara kopi, seni, dan cerita manusia. Memorable with Trouble menegaskan bahwa masalah bukan sesuatu yang harus disembunyikan, justru di sanalah seni menemukan denyutnya.
(Sumber gambar: @matterialcoffee)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
