Ngopi Sambil Menyimak Luka: Saat Kafe Menjadi Ruang Baru Pameran Seni Rupa
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Perlahan, tetapi pasti, batas antara ruang seni dan ruang publik kian mencair. Fenomena ini terlihat jelas dalam pameran seni rupa Memorable with Trouble yang digelar komunitas Garis Collective di Matterial Coffee, Jebres, Grogol, Kota Solo. Selama sebulan penuh, dari 20 Desember 2025 hingga 20 Januari 2026, kafe ini bertransformasi menjadi ruang ekspresi yang menghadirkan 14 karya dari 14 perupa muda.
Alih-alih memilih galeri yang kerap dianggap eksklusif, Garis Collective justru memanfaatkan kedai kopi sebagai medium perjumpaan yang lebih cair. Di antara aroma kopi dan obrolan santai, karya seni hadir sebagai “teman ngopi” yang mengajak pengunjung berhenti sejenak dan merenung. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana seni rupa bisa hidup berdampingan dengan aktivitas keseharian tanpa kehilangan daya reflektifnya.
Tema Memorable with Trouble mengangkat pengalaman personal anak muda yang kerap diwarnai krisis, kegagalan, dan luka batin. Ingatan yang muncul bukanlah nostalgia manis, melainkan fase-fase sulit yang justru membentuk ketahanan diri. Melalui medium lukisan dan eksplorasi visual, para perupa menyuarakan keresahan yang mungkin juga dirasakan banyak orang.
Kehadiran diskusi seni pada 10 Januari 2026 semakin menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar pajangan visual, melainkan ruang dialog. Di sinilah kafe tidak hanya menjadi tempat konsumsi, tetapi juga ruang kontemplasi. Pameran ini membuktikan bahwa seni rupa dapat menjangkau audiens yang lebih luas ketika ditempatkan di ruang yang akrab dan terbuka.
(Sumber gambar: @matterialcoffee)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
