Memori yang Bertabrakan: Membaca Trauma dan Keberanian dalam Pameran “Memorable with Trouble”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Pameran Memorable with Trouble yang diinisiasi Garis Collective menawarkan pembacaan jujur tentang memori, trauma, dan keberanian generasi muda. Bertempat di Matterial Coffee, Solo, pameran ini menghadirkan karya-karya yang lahir dari pengalaman personal para perupa, pengalaman yang tidak selalu nyaman untuk diingat, tetapi penting untuk dihadapi.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah Neuron with Collision karya Yoga Adhi Agista. Menggunakan medium akrilik di atas kayu berukuran 130 x 150 cm, Yoga menampilkan visual menyerupai neuron atau sel saraf yang saling bertabrakan. Bentuk-bentuk organik tersebut merepresentasikan benturan emosi, pikiran, dan ingatan yang terus bekerja di dalam diri manusia.
Karya ini tidak berhenti pada eksplorasi estetika. Ia menjadi medium pengakuan personal tentang pengalaman Yoga merawat ayahnya yang mengidap kanker selama beberapa tahun terakhir. Trauma, kelelahan, dan ketakutan divisualkan melalui struktur neuron yang tidak beraturan, seolah menggambarkan pikiran yang terus beradu tanpa henti.
Melalui tema Memorable with Trouble, para perupa muda Garis Collective sepakat bahwa ingatan paling membekas sering kali berasal dari masa-masa sulit. Namun, alih-alih menghindar, pameran ini justru mengajak untuk berdamai dengan kenangan tersebut. Seni rupa berfungsi sebagai ruang aman untuk mengolah luka menjadi refleksi.
Bagi pengunjung, pengalaman melihat karya sambil menyeruput kopi membuka ruang kontemplasi yang unik. Pameran ini menegaskan bahwa seni lukis bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang keberanian menghadapi memori yang rumit dan menjadikannya kekuatan.
(Sumber gambar: @matterialcoffee)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
