Rhythm: Menari Bersama Waktu dan Ingatan di Artbility #6 Unnes

Monday, 23 February 2026 04:58:42

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran seni Artbility edisi ke-6 yang digelar oleh UKM SRD Unnes kembali menghadirkan karya-karya yang mengajak pengunjung untuk merenung tentang makna keberadaan manusia. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Rhythm, karya digital art berukuran A2 ciptaan Amaliah Nazar Hilhami pada tahun 2025. Karya ini dipamerkan di Gedung B9 FBS Unnes dan menjadi bagian penting dari narasi besar pameran.

Karya bertajuk Rhythm berangkat dari kesadaran bahwa hidup manusia tidak pernah lepas dari waktu dan ingatan. Visual utama berupa jam berukuran besar menjadi panggung bagi figur-figur manusia yang sedang berdansa. Tarian ini menggambarkan usaha manusia untuk tetap hadir sepenuhnya dalam hidup, bergerak, merayakan momen, dan meninggalkan jejak sebelum waktu terus berjalan dan segalanya perlahan menghilang.

Elemen tangga yang mengarah ke atas hadir sebagai simbol cita-cita dan harapan. Tangga tersebut merepresentasikan berbagai usaha manusia dalam memberi makna pada hidup, baik melalui mimpi, pencapaian, maupun aktivitas sehari-hari. Sementara itu, bola mata yang melayang menjadi metafora tentang kesadaran akan pandangan dan ingatan orang lain. Ia menghadirkan pertanyaan sunyi: apakah keberadaan kita akan berarti dan diingat setelah tubuh tidak lagi ada?

Melalui Rhythm, Amaliah tidak menawarkan jawaban pasti tentang keabadian. Karya ini justru mengajak pengunjung Artbility #6 untuk merenung bahwa sebelum ingatan memudar, manusia masih punya pilihan: hadir dengan jujur, bergerak dengan kesadaran, dan menciptakan makna hidupnya sendiri. Karya ini sederhana secara visual, tetapi kuat dalam pesan, menjadikannya salah satu refleksi paling menyentuh di pameran tahun ini.

(Sumber gambar: katalog karya artbility #6)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait