Semarang Perkuat Jaringan Kota Pustaka, Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Semarang, Hokgstudio — Pemerintah Kota Semarang memperkuat Jaringan Kota Pustaka sebagai langkah strategis dalam melestarikan budaya sekaligus mempertegas identitas daerah, Kamis (20/2/2026). Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga pada dokumentasi dan pengembangan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang memiliki ragam warisan budaya, mulai dari tradisi lisan, naskah kuno, sejarah lokal, hingga karya sastra daerah. Melalui penguatan jaringan perpustakaan dan komunitas literasi, kekayaan tersebut didokumentasikan, diarsipkan, serta diperkenalkan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Penguatan Jaringan Kota Pustaka dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, dan komunitas budaya. Sejumlah program disiapkan, di antaranya diskusi buku bertema sejarah lokal, bedah karya sastra daerah, pameran arsip budaya, hingga pelatihan penulisan berbasis kearifan lokal.
Langkah ini sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga pencipta dan penjaga narasi budaya daerahnya. Literasi diposisikan bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebagai instrumen memperkuat kesadaran budaya serta identitas kolektif.
Melalui penguatan Jaringan Kota Pustaka, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya menjadikan literasi sebagai fondasi pelestarian budaya. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan nilai tradisi sekaligus mendorong inovasi budaya yang adaptif terhadap dinamika global.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
