“Will I Be Missed?”: Ketika Ketakutan Dilupakan Menjadi Bahasa Seni

Wednesday, 18 February 2026 11:19:25

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Ketakutan terbesar manusia bukan hanya tentang kematian, tetapi tentang kemungkinan pergi tanpa ada yang merasa kehilangan. Dari kegelisahan inilah tema “Will I Be Missed?” dalam ARTBILITY#6 lahir dan disuarakan melalui karya seni.

Tema ini menggambarkan perjalanan emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Dimulai dari rasa panik akan akhir, kecemasan tentang hubungan yang rapuh, hingga perasaan pasrah yang tidak selalu membawa ketenangan. Semua itu diterjemahkan ke dalam visual tentang memori yang memudar, suara yang menghilang, dan benda-benda yang tak lagi memiliki arti.

Seni dalam pameran ini tidak berteriak. Ia hadir dengan cara yang pelan, bahkan kadang terasa kosong. Namun justru dari kesunyian itulah pertanyaan besar muncul: apakah keberadaan kita benar-benar meninggalkan jejak di hati orang lain?

“Will I Be Missed?” bukan tentang mencari jawaban pasti. Tema ini membuka ruang refleksi bagi setiap pengunjung untuk mengingat kembali relasi, kenangan, dan kehadiran yang pernah dibangun. Ia menyadarkan bahwa di balik keinginan untuk pergi, selalu ada harapan kecil untuk tetap berarti.

Pameran ini mengajak kita memahami bahwa manusia hidup bukan hanya untuk ada, tetapi untuk diingat. Dan mungkin, selama kita masih bertanya “akankah aku dirindukan?”, di situlah tanda bahwa kita masih ingin terhubung dengan sesama.

(Sumber gambar: Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait