“Will I Be Missed?”: Ketika Ketakutan Dilupakan Menjadi Bahasa Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Ketakutan terbesar manusia bukan hanya tentang kematian, tetapi tentang kemungkinan pergi tanpa ada yang merasa kehilangan. Dari kegelisahan inilah tema “Will I Be Missed?” dalam ARTBILITY#6 lahir dan disuarakan melalui karya seni.
Tema ini menggambarkan perjalanan emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Dimulai dari rasa panik akan akhir, kecemasan tentang hubungan yang rapuh, hingga perasaan pasrah yang tidak selalu membawa ketenangan. Semua itu diterjemahkan ke dalam visual tentang memori yang memudar, suara yang menghilang, dan benda-benda yang tak lagi memiliki arti.
Seni dalam pameran ini tidak berteriak. Ia hadir dengan cara yang pelan, bahkan kadang terasa kosong. Namun justru dari kesunyian itulah pertanyaan besar muncul: apakah keberadaan kita benar-benar meninggalkan jejak di hati orang lain?
“Will I Be Missed?” bukan tentang mencari jawaban pasti. Tema ini membuka ruang refleksi bagi setiap pengunjung untuk mengingat kembali relasi, kenangan, dan kehadiran yang pernah dibangun. Ia menyadarkan bahwa di balik keinginan untuk pergi, selalu ada harapan kecil untuk tetap berarti.
Pameran ini mengajak kita memahami bahwa manusia hidup bukan hanya untuk ada, tetapi untuk diingat. Dan mungkin, selama kita masih bertanya “akankah aku dirindukan?”, di situlah tanda bahwa kita masih ingin terhubung dengan sesama.
(Sumber gambar: Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
