Warga Main: Ketika Dolanan Menjadi Bahasa Seni Kolektif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Di tengah ritme kota yang kian cepat, Pindrikan Markt XV hadir sebagai ruang jeda yang hangat melalui tema “Warga Main”. Bukan sekadar pasar kreatif, edisi ini menjelma sebagai perayaan seni keseharian tentang bermain, berinteraksi, dan menghidupkan kembali ingatan kolektif yang nyaris terlupakan.
Dolanan tradisional seperti layang-layang, permainan papan, hingga mainan buatan tangan dihadirkan berdampingan dengan inovasi mainan masa kini. Di sinilah “main” tidak lagi dipahami sebagai aktivitas kanak-kanak semata, melainkan sebagai praktik budaya dan ekspresi artistik. Bermain menjadi cara warga kota bernegosiasi dengan ingatan, tubuh, dan ruang sosialnya.
Melalui kurasi tenant artisan dan pelaku kreatif se-Semarang, Pindrikan Markt XV memperlihatkan bagaimana seni dapat tumbuh dari aktivitas sederhana. Setiap lapak bukan hanya menawarkan produk, tetapi juga cerita, proses, dan nilai yang melekat pada karya. Interaksi antara pengunjung dan kreator menciptakan pengalaman estetik yang cair dan egaliter.
Berlokasi di Collabox Creative Hub, acara ini menegaskan bahwa seni tak selalu harus berada di galeri. Ia bisa hadir di tengah keramaian, dalam tawa, obrolan, dan permainan. Warga Main adalah pengingat bahwa seni hidup ketika warga diberi ruang untuk bermain bersama.
Doc. Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
