Waras, Wiris, Wareg: Tiga Pilar Hidup dalam Lukisan Nasirun

Thursday, 29 January 2026 08:49:59

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Tiga kata sederhana, yakni waras, wiris, dan wareg menjadi jantung dari pameran “Menyongsong Matahari 2026” karya Nasirun. Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan pesan hidup yang ditransformasikan ke dalam bahasa visual yang kuat dan kontemplatif.

“Waras” hadir dalam dominasi warna merah dengan semburat hitam yang abstrak. Lukisan ini merefleksikan perjuangan manusia untuk tetap sadar, utuh, dan tidak tercerabut dari dirinya sendiri di tengah tekanan zaman. Warna merah seolah menjadi simbol denyut hidup sekaligus kegelisahan batin.

“Wiris” tampil dengan warna kuning yang terang, tetapi waspada. Ia melambangkan ingatan kepada Tuhan, kepada nilai, dan kepada batas diri. Dalam lukisan ini, Nasirun mengingatkan bahwa terang tidak selalu berarti nyaman, tetapi juga kesiapsiagaan.

Sementara “Wareg” menghadirkan ketenangan lewat warna biru dan tipografi “sujud”. Rasa cukup menjadi puncak perjalanan batin: menerima hidup apa adanya tanpa kehilangan makna. Wareg bukan tentang berlimpah, melainkan tentang berdamai.

Ketiga karya monumental ini membentuk satu kesatuan narasi: hidup yang sehat adalah hidup yang seimbang. Melalui lukisan, Nasirun merawat pesan warisan guru dan leluhurnya, menjadikannya relevan bagi generasi hari ini yang kerap lupa berhenti dan merasa cukup.

(Sumber gambar: jogja.disway.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait