Waras, Wiris, Wareg: Tiga Pilar Hidup dalam Lukisan Nasirun
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Tiga kata sederhana, yakni waras, wiris, dan wareg menjadi jantung dari pameran “Menyongsong Matahari 2026” karya Nasirun. Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan pesan hidup yang ditransformasikan ke dalam bahasa visual yang kuat dan kontemplatif.
“Waras” hadir dalam dominasi warna merah dengan semburat hitam yang abstrak. Lukisan ini merefleksikan perjuangan manusia untuk tetap sadar, utuh, dan tidak tercerabut dari dirinya sendiri di tengah tekanan zaman. Warna merah seolah menjadi simbol denyut hidup sekaligus kegelisahan batin.
“Wiris” tampil dengan warna kuning yang terang, tetapi waspada. Ia melambangkan ingatan kepada Tuhan, kepada nilai, dan kepada batas diri. Dalam lukisan ini, Nasirun mengingatkan bahwa terang tidak selalu berarti nyaman, tetapi juga kesiapsiagaan.
Sementara “Wareg” menghadirkan ketenangan lewat warna biru dan tipografi “sujud”. Rasa cukup menjadi puncak perjalanan batin: menerima hidup apa adanya tanpa kehilangan makna. Wareg bukan tentang berlimpah, melainkan tentang berdamai.
Ketiga karya monumental ini membentuk satu kesatuan narasi: hidup yang sehat adalah hidup yang seimbang. Melalui lukisan, Nasirun merawat pesan warisan guru dan leluhurnya, menjadikannya relevan bagi generasi hari ini yang kerap lupa berhenti dan merasa cukup.
(Sumber gambar: jogja.disway.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
