Wakatoys ft. Cantika Wakatobi Crafter
Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Pengembangan potensi kerajinan kayu yang dikembangkan difokuskan pada pengembangan hasil karya dalam bentuk hasta karya (kraft). Hasta karya yang dihasilkan berupa animal figure yang terinspirasi dari hewan khas perairan wakatobi yang diberi nama sebagai Wakatoys.
Pengembangan kerajinan kayu ini dilakukan bersama Arief Hadinata sebagai Desainer Grafis, Rengkuh dan Almira sebagai Desainer Produk dengan Bapak Ahmad dari galeri pengrajin kayu Cantika Wakatobi Desa Waha Pulau Tomia dalam Program IKKON BEKRAF 2018
“The development of the potential of developed wooden crafts is focused on the development of works in the form of cubits (kraft). Hasta’s work was produced in the form of animal figures inspired by the typical animal waters of the Wakatobi which were named Wakatoys.
The development of this woodcraft was carried out between Arief Hadinata as Designer in IKKON BEKRAF Program, Rengkuh and Almira as Product Designer with Mr. Ahmad from the Cantika Wakatobi woodworkers gallery, Waha Village, Tomia Island in IKKON BEKRAF Program 2018.”
Written by
Artikel atau postingan terkait
Seni Rupa di Era Kolaborasi: IP sebagai Kunci Kerja Sama Brand dan Seniman
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Kolaborasi antara seniman rupa dan brand kini makin jamak ditemui, mulai dari visual kampanye, desain kemasan, mural publik, hingga merchandise edisi terbatas. Di balik tren ini, ada satu elemen krusial yang sering luput...
Ketika Karya Seni Jadi Modal: Masa Depan IP Seni Rupa di Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Selama ini, karya seni rupa kerap dipandang sebatas ekspresi estetik dan nilai kultural. Namun, wacana baru yang didorong Kementerian Ekonomi Kreatif membuka babak penting: kekayaan intelektual (IP) seni rupa sebagai aset...
Memorable with Trouble: Seni sebagai Medan Perang, Pemulihan, dan Transformasi
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Pameran Memorable with Trouble di Matterial Coffee menghadirkan wajah seni rupa yang jujur dan apa adanya. Di sini, seni tidak tampil sebagai sesuatu yang selesai dan rapi, melainkan sebagai proses panjang menghadapi konflik...


