Tahilalats Station Ketika Transportasi Publik Menjadi Panggung IP Lokal

Wednesday, 28 January 2026 12:18:45

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Peresmian Tahilalats Station di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI menandai babak baru pemanfaatan ruang publik Jakarta. Tidak lagi sekadar tempat transit, kawasan transportasi kini berkembang menjadi medium ekspresi budaya populer dan ekonomi kreatif lokal. Kehadiran IP Tahilalats yang telah dikenal luas di kalangan generasi muda menjadi contoh konkret bagaimana karakter lokal bisa hidup berdampingan dengan infrastruktur modern.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Dengan hampir 142 ribu pelanggan MRT per hari dan Stasiun Dukuh Atas sebagai simpul tersibuk, ruang ini memiliki daya jangkau sosial yang luar biasa. Setiap visual, instalasi, dan karakter yang hadir di Tahilalats Station bukan hanya hiburan, melainkan pesan bahwa karya anak bangsa layak tampil di ruang strategis kota.

Bagi publik, pengalaman menggunakan MRT menjadi lebih personal dan menyenangkan. Sementara bagi kreator, kolaborasi ini membuka peluang eksposur yang sebelumnya sulit dicapai tanpa dukungan infrastruktur besar. Tahilalats Station pun berfungsi sebagai etalase hidup yang menghubungkan komuter, wisatawan, dan industri kreatif dalam satu ruang interaksi.

Inisiatif ini memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak harus kaku dan fungsional semata. Ketika transportasi publik dipadukan dengan identitas kreatif lokal, kota bukan hanya bergerak secara fisik, tetapi juga tumbuh secara kultural.

(Sumber gambar: megapolitan.kompas.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

 

Artikel atau postingan terkait