Sisa Sisi Kota: Ketika Seniman Batang Membaca Luka di Balik Kota Industri

Saturday, 24 January 2026 13:39:43

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Batang

Perubahan Batang menjadi kawasan industri tak hanya tercatat dalam data pembangunan, tetapi juga terekam dalam kanvas para senimannya. Hal itulah yang coba disuarakan komunitas Serbuk Pensil melalui pameran Land Art 3 bertajuk Sisa Sisi Kota. Digelar pada 27–31 Desember 2025, pameran ini menjadi ruang refleksi atas wajah kota yang terus bergerak, tetapi menyisakan kegelisahan.

Sebanyak 21 perupa asli Batang terlibat dalam pameran ini. Mereka datang dengan latar pengalaman dan sudut pandang yang beragam, tetapi memiliki kegelisahan yang sama: kota yang berubah terlalu cepat. Lanskap urban, sudut-sudut kampung, hingga simbol tradisi yang mulai tergerus industri hadir dalam bahasa visual yang jujur dan emosional.

Ketua panitia, Bayhaqi Januar, menyebut pameran ini sebagai upaya membaca kota dari sisi yang jarang disorot. Kota tak hanya dilihat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan konflik, ingatan, dan identitas. Melalui lukisan, para perupa mengajak penonton berhenti sejenak dan bertanya: apa yang tersisa dari kota ini?

Menariknya, pameran ini terbuka gratis untuk publik. Keputusan tersebut mempertegas komitmen Serbuk Pensil untuk mendekatkan seni rupa ke masyarakat luas. Antusiasme pengunjung pun menjadi bukti bahwa seni memiliki daya sentuh yang kuat, terutama ketika berbicara tentang realitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

(Sumber gambar: rri.co.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait