Setengah Rindu: Awal Perjalanan, Bukan Akhir Cerita
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Batu
Sebuah pameran seni tidak selalu hadir sebagai penutup proses kreatif. Dalam pameran Setengah Rindu, justru terasa bahwa apa yang ditampilkan adalah awal dari perjalanan panjang para seniman. Judul “setengah” dipilih bukan tanpa alasan, ia menjadi penanda bahwa proses berkarya dan pencarian makna rindu masih terus berjalan.
Pameran ini digagas oleh Fadjar Djunaedi dan Dwi Christanto, lalu berkembang menjadi kelompok Simpul 8. Nama tersebut diambil dari simpul Pramuka yang dikenal sebagai ikatan paling kuat, melambangkan hubungan antarseniman yang saling terhubung meski memiliki latar dan gaya berbeda.
Delapan seniman yang terlibat membawa pengalaman personal masing-masing ke dalam karya. Ada yang menampilkan kerinduan pada sosok keluarga, ada pula yang menghadirkan memori masa lalu. Perbedaan medium dan gaya membuat pameran ini terasa hidup dan tidak monoton.
Salah satu hal menarik dari pameran ini adalah keterlibatan pengunjung. Melalui ruang “Tuliskan Coretan Rindumu”, pengunjung diberi kesempatan menjadi bagian dari pameran. Rindu tidak lagi hanya milik seniman, tetapi menjadi pengalaman bersama.
Para seniman berharap Setengah Rindu tidak berhenti sebagai satu peristiwa. Pameran ini dimaknai sebagai langkah awal untuk terus bertemu, berkarya, dan merawat ikatan. Seperti rindu yang tak pernah benar-benar selesai, perjalanan seni mereka pun diharapkan terus berlanjut.
(Sumber gambar: timesindonesia.co.id)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
