Seni untuk Semua Usia: Wajah Baru DCG #20 yang Lebih Inklusif dan Edukatif

Friday, 30 January 2026 06:35:51

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Pameran seni sering kali dianggap sebagai ruang eksklusif bagi kalangan tertentu. Namun, anggapan itu perlahan dipatahkan oleh Dendang Calon Guru (DCG) #20. Dalam perayaan dua dekade penyelenggaraannya, DCG menghadirkan wajah baru yang lebih inklusif, edukatif, dan terbuka untuk berbagai lapisan usia.

Selain pameran karya seni rupa dan kriya, DCG #20 merancang beragam agenda pendukung yang memperluas pengalaman pengunjung. Kunjungan studio ke INISEUM, berbagai workshop, hingga lomba mewarnai dan menggambar menjadi bukti bahwa seni tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga dialami secara langsung. Salah satu terobosan paling menarik adalah hadirnya Dendang Si Cilik, lomba menggambar dan mewarnai bagi anak usia 6–9 tahun.

Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam menanamkan kecintaan terhadap seni sejak dini. Anak-anak diajak mengenal seni bukan sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai aktivitas menyenangkan dan ekspresif. Di sisi lain, pengunjung dewasa pun mendapatkan ruang belajar melalui diskusi, studio visit, dan interaksi langsung dengan seniman.

DCG #20 menunjukkan bahwa pameran seni dapat berfungsi sebagai ruang edukasi publik. Ia tidak hanya merayakan karya, tetapi juga membangun ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang lebih variatif, DCG berhasil menjembatani dunia seni dengan masyarakat luas.

Di tengah tantangan regenerasi pelaku seni, langkah ini menjadi sinyal positif: bahwa seni akan terus hidup jika ia dibuka, dibagikan, dan dirayakan bersama.

(Sumber gambar: rri.co.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait