Seni sebagai Ruang Toleransi di Kota Jakarta

Saturday, 07 March 2026 06:38:00

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Jakarta dikenal sebagai kota yang penuh keberagaman. Berbagai budaya, agama, dan latar belakang masyarakat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama. Dalam suasana seperti itu, seni sering menjadi jembatan yang mempertemukan banyak perbedaan.

Hal tersebut terlihat dalam pembukaan Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Ashta District 8. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Jakarta berkomitmen menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama.

Menurutnya, berbagai kegiatan budaya dan perayaan keagamaan menjadi cara penting untuk merawat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara rutin menghadirkan berbagai acara publik yang merayakan keragaman tersebut.

Rangkaian kegiatan itu dimulai dari perayaan Natal melalui Christmas Carol, kemudian berlanjut dengan berbagai festival budaya. Di kawasan Bundaran HI, misalnya, masyarakat dapat menikmati Jakarta Light Festival yang menghadirkan instalasi cahaya untuk menyambut bulan Ramadan. Tak lama lagi, masyarakat juga akan menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Jakarta berusaha menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dipisahkan. Sebaliknya, perbedaan justru dapat dirayakan bersama melalui ruang publik yang terbuka.

Pameran Illustrated Ramadhan Jakarta menjadi salah satu contoh bagaimana seni dapat mempertemukan banyak orang dalam suasana yang damai dan reflektif. Melalui ilustrasi dan karya kreatif, pesan tentang kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai dapat disampaikan dengan cara yang sederhana, tetapi tetap bermakna bagi masyarakat luas.

(Sumber gambar: jakarta.go.id)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait