Seni sebagai Katarsis: Perjalanan Terapi Menuju Prestasi
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Bagi Airlangga Satryatama Wisnumurti, melukis bukan sekadar hobi, melainkan sebuah perjalanan transformasi diri. Airlangga menggunakan seni rupa sebagai media terapi untuk mengelola dinamika emosi dan konsentrasinya. Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas yang bermula dari kebutuhan klinis ini berkembang menjadi gairah profesional yang luar biasa.
Pameran tunggalnya yang bertajuk “Unspoken” menjadi bukti nyata bahwa proses terapi dapat membuahkan prestasi artistik yang diakui publik. Melalui dedikasinya sebagai mahasiswa Pendidikan Seni Rupa,
Airlangga berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah tembok penghalang, melainkan pintu menuju cara berkomunikasi yang lebih jujur dan mendalam. Kisahnya menginspirasi kita bahwa dengan ketekunan, ruang-ruang yang sebelumnya sulit dijangkau oleh kata-kata dapat terwakili dengan sangat indah melalui goresan kanvas.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
