Seni Rupa sebagai Cara Merawat Nilai Budaya Bali
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Bali
Pameran seni rupa bertajuk Tutur Ayu yang digelar di Griya Santrian Art Gallery, Sanur menjadi salah satu upaya penting dalam merawat nilai-nilai budaya Bali. Pameran ini menampilkan karya dari tiga perupa Bali, yakni Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha. Melalui lukisan-lukisan yang mereka tampilkan, para seniman mencoba menyampaikan pesan tentang kehidupan, budaya, dan nilai-nilai kebijaksanaan masyarakat Bali.
Tema Tutur Ayu sendiri memiliki makna penting dalam kehidupan orang Bali. Istilah ini merujuk pada petuah atau nasihat yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebut biasanya diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari tradisi dan budaya.
Dalam pameran ini, karya seni tidak hanya hadir sebagai objek yang indah untuk dilihat. Lebih dari itu, lukisan-lukisan yang dipamerkan menjadi media untuk menyampaikan gagasan, refleksi, dan pengalaman hidup para seniman. Melalui goresan warna dan bentuk, mereka mencoba menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Bali yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman.
Pameran seperti Tutur Ayu menunjukkan bahwa seni rupa dapat menjadi ruang penting untuk menjaga ingatan budaya. Karya seni mampu menyimpan nilai-nilai kehidupan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan makna budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.
(Sumber gambar: baliberkarya.com)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
