Ruang yang Dibuka Kembali: Galeri Bulaksumur Mengawali 2026 dengan Percakapan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Awal 2026 dibuka dengan sebuah ajakan sederhana, tetapi bermakna dari Galeri Bulaksumur GIK UGM: datang, duduk bersama, dan berbincang. Melalui dua program bertajuk Datang dan Rasan-rasan, galeri ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan, bukan hanya bagi karya seni, tetapi juga bagi gagasan, pengalaman, dan lintas disiplin.
Alih-alih sekadar menghadirkan pameran, Galeri Bulaksumur memposisikan fase awal tahun ini sebagai momen penyambutan. Datang menjadi penanda kehadiran para seniman dan publik dalam satu ruang yang sama, sementara Rasan-rasan membuka ruang dialog yang cair dan egaliter. Keduanya berlangsung pada 13–18 Februari 2026 di lingkungan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Yogyakarta.
Pameran Datang menampilkan karya dari sebelas seniman lintas kota dengan medium yang beragam, mulai dari art print hingga karya digital. Keberagaman ini tidak ditujukan untuk menampilkan tren, melainkan membuka percakapan awal tentang praktik seni kontemporer hari ini. Di sisi lain, Rasan-rasan menghadirkan diskusi dan lokakarya yang menyentuh isu seni, desain, pendidikan, hingga teknologi kecerdasan buatan.
Melalui rangkaian ini, Galeri Bulaksumur tidak memosisikan diri sebagai ruang yang ‘selesai’, melainkan ruang yang terus dibuka. Ia menjadi titik temu antara kampus dan publik, antara praktik kreatif dan refleksi, antara seni dan perubahan zaman. Sebuah awal yang pelan, tetapi penuh makna.
(Sumber gambar: rri.co.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
