Realisme yang Tetap Relevan: Empat Perupa Semarang Merawat Kepekaan Visual
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Di tengah dominasi seni kontemporer yang kerap eksperimental, pameran lukisan Harmonics di Pringsewu Reto Gallery Semarang justru menegaskan satu hal penting: realisme belum kehilangan daya hidupnya. Empat perupa, yakni Paminto, Giman, Tommy, dan Rerno membuktikan bahwa realisme masih mampu berbicara lantang tentang manusia, rasa, dan pengalaman keseharian.
Lebih dari empat puluh karya yang dipamerkan menunjukkan bagaimana satu aliran dapat melahirkan banyak suara. Giman Mastuwa hadir dengan realisme yang tekun dan bercahaya, seolah mengajak penonton memperlambat langkah dan kembali mengamati detail hidup yang sering terlewat. Paminto menawarkan pendekatan yang lebih hening dan reflektif, menjadikan lukisan sebagai ruang pertemuan antara kenangan dan perasaan.
Tommy sebagai perupa senior menghadirkan karya-karya yang disiplin dan meditatif. Setiap objek dan potret terasa, seperti hasil perenungan panjang, menegaskan kejujuran penglihatan sebagai fondasi berkarya. Sementara itu, Rerno membawa dimensi puitis melalui latar pengalaman lintas disiplin seni yang ia jalani, memperkaya realisme dengan rasa yang lebih personal dan ekspresif.
Melalui Harmonics, realisme tidak tampil sebagai gaya yang beku, melainkan sebagai medium dialog antarseniman dan antargenerasi. Pameran ini menjadi pengingat bahwa kejujuran visual dan kepekaan batin tetap relevan di tengah perubahan zaman selama seniman terus merawat rasa dan kesadaran dalam setiap sapuan kuas.
(Sumber gambar: sumaterapost.co)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
