Pulang yang Tak Selalu Beralamat: Menemukan Rumah dalam Diri

Wednesday, 18 March 2026 15:22:01

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran kolektif “Pulang Kampung” menghadirkan makna pulang yang tidak selalu tentang tempat. Selama ini, banyak orang menganggap pulang sebagai kembali ke kampung halaman, rumah masa kecil, atau titik di peta. Namun, melalui pameran ini, pulang justru terasa lebih dalam dan personal. Pulang bisa berarti kembali pada seseorang yang memberi rasa aman, seperti sosok ibu, atau bahkan kembali pada diri sendiri yang sempat hilang di tengah kesibukan hidup.

Karya-karya yang ditampilkan mengajak kita untuk berhenti sejenak. Dari digital print hingga sulaman tangan, semuanya menyimpan cerita tentang perjalanan manusia. Ada rasa rindu, kehilangan, dan juga penerimaan. Hal-hal yang sering kali kita abaikan karena terlalu fokus mengejar tujuan tanpa benar-benar memahami arah.

Pameran ini seperti cermin yang memantulkan pertanyaan sederhana: sebenarnya kita sedang menuju ke mana? Apakah semua langkah yang kita ambil membawa kita lebih dekat pada “rumah” yang kita cari?

Di tengah dunia yang bergerak cepat, “Pulang Kampung” mengingatkan bahwa pulang tidak harus menunggu waktu tertentu. Pulang bisa dimulai dari sekarang, dengan mengenali kembali diri sendiri, menerima perjalanan hidup, dan menemukan ketenangan dalam hal-hal yang sederhana.

 

 

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait