Pulang yang Tak Selalu Beralamat: Menemukan Rumah dalam Diri
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pameran kolektif “Pulang Kampung” menghadirkan makna pulang yang tidak selalu tentang tempat. Selama ini, banyak orang menganggap pulang sebagai kembali ke kampung halaman, rumah masa kecil, atau titik di peta. Namun, melalui pameran ini, pulang justru terasa lebih dalam dan personal. Pulang bisa berarti kembali pada seseorang yang memberi rasa aman, seperti sosok ibu, atau bahkan kembali pada diri sendiri yang sempat hilang di tengah kesibukan hidup.
Karya-karya yang ditampilkan mengajak kita untuk berhenti sejenak. Dari digital print hingga sulaman tangan, semuanya menyimpan cerita tentang perjalanan manusia. Ada rasa rindu, kehilangan, dan juga penerimaan. Hal-hal yang sering kali kita abaikan karena terlalu fokus mengejar tujuan tanpa benar-benar memahami arah.
Pameran ini seperti cermin yang memantulkan pertanyaan sederhana: sebenarnya kita sedang menuju ke mana? Apakah semua langkah yang kita ambil membawa kita lebih dekat pada “rumah” yang kita cari?
Di tengah dunia yang bergerak cepat, “Pulang Kampung” mengingatkan bahwa pulang tidak harus menunggu waktu tertentu. Pulang bisa dimulai dari sekarang, dengan mengenali kembali diri sendiri, menerima perjalanan hidup, dan menemukan ketenangan dalam hal-hal yang sederhana.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
