Pulang yang Tak Lagi Sama: Kampung dalam Bayang Perubahan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pulang kampung sering dibayangkan sebagai momen hangat yang penuh rindu. Tapi dalam pameran kolektif “Pulang Kampung”, makna pulang justru terasa lebih kompleks. Beberapa karya menunjukkan bahwa kampung halaman tidak selalu hadir sebagai tempat yang utuh seperti dulu. Ada perubahan yang pelan tapi pasti, jalan yang dulu sepi kini ramai, toko-toko sederhana berganti wajah, bahkan ruang-ruang yang dulu akrab terasa asing.
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada campur tangan kepentingan politik, bisnis, dan kekuasaan yang ikut membentuk wajah kampung hari ini. Akibatnya, pulang bukan lagi sekadar kembali ke tempat, tapi juga menghadapi kenyataan bahwa banyak hal sudah berubah. Rasa rindu bercampur dengan perasaan kehilangan.
Namun justru di situlah letak refleksinya. Pulang mengajak kita untuk melihat kembali hubungan dengan ruang yang pernah membentuk kita. Kampung bukan hanya lokasi geografis, tapi juga kumpulan memori yang terus bergerak mengikuti waktu. Pameran ini seperti mengingatkan, bahwa pulang tidak selalu tentang menemukan yang sama, tapi belajar menerima yang telah berubah. Di tengah semua itu, pulang tetap punya arti penting, sebagai cara untuk memahami diri sendiri, sekaligus berdamai dengan masa lalu.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
