Pulang yang Tak Lagi Sama: Kampung dalam Bayang Perubahan

Tuesday, 17 March 2026 15:12:12

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pulang kampung sering dibayangkan sebagai momen hangat yang penuh rindu. Tapi dalam pameran kolektif “Pulang Kampung”, makna pulang justru terasa lebih kompleks. Beberapa karya menunjukkan bahwa kampung halaman tidak selalu hadir sebagai tempat yang utuh seperti dulu. Ada perubahan yang pelan tapi pasti, jalan yang dulu sepi kini ramai, toko-toko sederhana berganti wajah, bahkan ruang-ruang yang dulu akrab terasa asing.

Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada campur tangan kepentingan politik, bisnis, dan kekuasaan yang ikut membentuk wajah kampung hari ini. Akibatnya, pulang bukan lagi sekadar kembali ke tempat, tapi juga menghadapi kenyataan bahwa banyak hal sudah berubah. Rasa rindu bercampur dengan perasaan kehilangan.

Namun justru di situlah letak refleksinya. Pulang mengajak kita untuk melihat kembali hubungan dengan ruang yang pernah membentuk kita. Kampung bukan hanya lokasi geografis, tapi juga kumpulan memori yang terus bergerak mengikuti waktu. Pameran ini seperti mengingatkan, bahwa pulang tidak selalu tentang menemukan yang sama, tapi belajar menerima yang telah berubah. Di tengah semua itu, pulang tetap punya arti penting, sebagai cara untuk memahami diri sendiri, sekaligus berdamai dengan masa lalu.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait