Plasma Creative Market ft. Kolektif Hysteria
Semarang, Jawa Tengah
Plasma Creative Market merupakan rintisan platform jualan artefak seni, merch, souvenir dan produk kreatif yang bisa mobile. helatan pertama showcase oleh Rezto Samkru anggota dari HOKGSTUDIO yang membuat mural di lapakan portable, berkolaborasi dengan visual mapping yg bisa kelean saksikan di Jalan Pemuda depan Balaikota. memeriahkan ajang ‘Urban Music on Street’ oleh Pemkot Semarang, pameran perdana ini akan diisi produk para seniman dan insan kreatif pilihan.
“Plasma Creative Market is a pioneering platform selling artifacts of art, merch, souvenirs and creative products that can be mobile. The first showcase was by Rezto Samkru, a member of HOKGSTUDIO who made murals in portable shelters, collaborating with visual mapping that could be witnessed on Jalan Pemuda in front of City Hall. enlivening the ‘Urban Music on Street’ event by the Semarang City Government, this inaugural exhibition will be filled with products from selected artists and creative people”
Written by
Artikel atau postingan terkait
Seni Rupa di Era Kolaborasi: IP sebagai Kunci Kerja Sama Brand dan Seniman
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Kolaborasi antara seniman rupa dan brand kini makin jamak ditemui, mulai dari visual kampanye, desain kemasan, mural publik, hingga merchandise edisi terbatas. Di balik tren ini, ada satu elemen krusial yang sering luput...
Ketika Karya Seni Jadi Modal: Masa Depan IP Seni Rupa di Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Selama ini, karya seni rupa kerap dipandang sebatas ekspresi estetik dan nilai kultural. Namun, wacana baru yang didorong Kementerian Ekonomi Kreatif membuka babak penting: kekayaan intelektual (IP) seni rupa sebagai aset...
Memorable with Trouble: Seni sebagai Medan Perang, Pemulihan, dan Transformasi
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Solo Pameran Memorable with Trouble di Matterial Coffee menghadirkan wajah seni rupa yang jujur dan apa adanya. Di sini, seni tidak tampil sebagai sesuatu yang selesai dan rapi, melainkan sebagai proses panjang menghadapi konflik...


