Panorama Alam sebagai Pengingat: Seni Lukis dan Isu Lingkungan
Written by Sefiyan Eza
Semarang
Pameran tunggal bertajuk Panorama Alam yang digelar oleh Cipto Pratomo menghadirkan lukisan-lukisan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan. Bertempat di Umah Seni Cipratku Purwokerto, pameran ini menjadi ruang refleksi tentang hubungan manusia dan alam.
Lewat 27 karya yang dipamerkan, pengunjung diajak melihat alam dari dua sisi. Di satu sisi, alam digambarkan begitu cantik dengan pegunungan, sawah, sungai, dan bunga warna-warni. Namun, muncul visual hutan gundul, pohon tumbang, dan lanskap yang terluka. Kontras ini terasa kuat dan menyentuh.
Tema Panorama Alam lahir dari keprihatinan atas bencana alam yang sering terjadi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Bagi Cipto, bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga akibat dari kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan. Karena itu, lukisan-lukisannya menjadi semacam pengingat halus agar manusia lebih peduli pada alam sekitar.
Menariknya, beberapa karya dibuat dengan bahan abu vulkanik dari Gunung Merapi, yang merekam memori erupsi besar tahun 2010. Material tersebut membuat karya terasa lebih hidup dan memiliki nilai sejarah.
Melalui pameran ini, seni hadir bukan hanya sebagai hiburan visual, tetapi juga sebagai media edukasi. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: alam harus dijaga karena keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung padanya.
(Sumber gambar: jateng.pikiran-rakyat.com)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
