“Pangeran Ada di Pasar”, Karya Airlangga Angkat Rasa Ingin Tahu tentang Kehidupan Pasar Masa Lampau
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Perupa Airlangga kembali menghadirkan karya yang berangkat dari eksplorasi gagasan sederhana melalui judul “Pangeran Ada di Pasar”. Karya ini menyoroti imajinasi tentang bagaimana kehidupan pasar pada masa lampau berlangsung.
Dalam karyanya, Airlangga mengangkat rasa penasaran terhadap dinamika pasar tradisional di zaman dahulu. Ia membayangkan ruang pasar bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai titik temu berbagai lapisan sosial, termasuk figur bangsawan seperti pangeran.
“Ini berangkat dari rasa ingin tahu saja, seperti apa pasar di masa lalu dan bagaimana semua orang bisa bertemu di satu ruang,” ungkap Airlangga.
Melalui pendekatan tersebut, kehadiran sosok pangeran di pasar menjadi simbol yang mematahkan batas antara kelas sosial. Pasar digambarkan sebagai ruang yang cair, di mana interaksi tidak sepenuhnya dibatasi oleh status atau hierarki.
Airlangga juga menekankan bahwa pasar pada masa lampau kemungkinan memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas jual beli. Di dalamnya terdapat pertukaran budaya, informasi, hingga perjumpaan antarindividu dari latar belakang yang berbeda.
Karya “Pangeran Ada di Pasar” menghadirkan sudut pandang reflektif terhadap sejarah keseharian yang jarang disorot. Dengan mengangkat tema sederhana, Airlangga mengajak publik untuk membayangkan kembali kehidupan sosial di masa lalu melalui ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
