Pameran Seni Perupa Batang Curi Perhatian Publik
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Batang
Di tengah anggapan bahwa pameran seni identik dengan tiket mahal dan ruang eksklusif, pameran Land Art 3 dari komunitas Serbuk Pensil justru hadir secara terbuka dan gratis. Digelar akhir Desember 2025, pameran ini sukses mencuri perhatian publik dan membuktikan bahwa kualitas seni tidak selalu berbanding lurus dengan harga tiket.
Pengunjung dibuat terkejut dengan ragam karya yang dipamerkan. Banyak yang menyamakan kualitasnya dengan pameran di kota besar seperti Yogyakarta atau Jakarta. Padahal, seluruh karya merupakan hasil perupa asli Batang yang sebagian besar menempuh pendidikan seni di kota-kota tersebut dan kembali membawa pengalamannya ke daerah.
Ketua Dewan Kesenian Daerah Batang, Achmad Suroso menilai pameran ini sebagai bukti kematangan artistik perupa muda Batang. Tema yang diangkat tidak lagi sekadar eksplorasi visual, tetapi juga refleksi sosial yang kuat. Kegelisahan terhadap industrialisasi, krisis lingkungan, hingga identitas urban menjadi benang merah yang terasa konsisten.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah Time Bomb karya Syaiful Bahri, yang menyindir eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Karya ini menjadi contoh bagaimana seni mampu menyampaikan kritik tanpa harus berteriak.
Melalui pameran ini, Serbuk Pensil tak hanya memamerkan karya, tetapi juga membuka ruang dialog antara seniman dan masyarakat. Seni rupa pun hadir sebagai pengalaman bersama yang dekat, relevan, dan membumi. Jika pola seperti ini terus dijaga, Batang berpotensi menjadi salah satu simpul seni yang patut diperhitungkan di Jawa Tengah.
(Sumber gambar: @serbuk.pensil)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
