Netflix dan Lompatan Besarnya: Dari DVD ke Streaming yang Mengubah Dunia Hiburan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Netflix kembali jadi perbincangan hangat dan momen ini pas banget buat menengok salah satu transformasi bisnis paling berani dalam sejarah industri hiburan. Meski pada awal 2000-an identitas Netflix melekat sebagai penyedia penyewaan DVD, visi jangka panjang Reed Hastings sebenarnya jauh melampaui itu. Sejak akhir 1990-an, Hastings sudah mengisyaratkan bahwa masa depan Netflix ada pada distribusi konten secara daring, sementara DVD hanyalah “kendaraan sementara” untuk membangun basis pelanggan sampai teknologi internet siap.
Transisi menuju visi itu tidak mulus. Netflix bahkan sempat merancang Netflix Box, perangkat keras yang memungkinkan pelanggan mengunduh film semalaman untuk ditonton keesokan harinya. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah perusahaan menyadari pertumbuhan cepat video daring seperti YouTube. Meski kualitas videonya masih rendah, YouTube membuktikan bahwa masa depan tontonan adalah streaming langsung melalui internet, bukan perangkat khusus.
Akhirnya, pada Januari 2007, Netflix resmi meluncurkan layanan streaming. Pada tahap awal, platform ini hanya menawarkan sekitar 1.000 judul, jauh dibandingkan 70.000 judul DVD yang bisa dipinjam lewat layanan pos. Namun, keputusan ini menandai titik balik besar: Netflix beralih dari bisnis distribusi fisik menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.
Transformasi ini membuka jalan bagi era baru hiburan, di mana tontonan tidak lagi dibatasi waktu, ruang, atau format fisik. Kini, ketika Netflix kembali jadi sorotan publik, perjalanan ini mengingatkan kita bahwa inovasi besar sering dimulai dari keberanian untuk meninggalkan zona nyaman.
(Sumber gambar: id.wikipedia.org)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
