Musik Menjadi Ingatan: Merayakan 30 Tahun Bunyi dalam Film Miles Films
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Selama tiga dekade, Miles Films tidak hanya menghadirkan cerita yang kuat secara visual, tetapi juga membangun ingatan kolektif penonton Indonesia melalui musik. Pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar” menjadi ruang refleksi atas peran bunyi, nada, dan lagu yang menyatu erat dengan perjalanan sinema Miles Films sejak 1995.
Bagi Miles Films, musik bukan sekadar latar. Ia hadir sebagai bahasa emosional yang membentuk ritme cerita dan menandai zamannya. Dari lagu-lagu anak dalam Petualangan Sherina hingga eksplorasi musikal remaja dalam Rangga & Cinta, musik menjadi jembatan antara film dan pengalaman personal penonton. Banyak lagu dari film-film Miles Films hidup lebih lama dari filmnya sendiri, diputar ulang, dinyanyikan bersama, dan melekat dalam memori lintas generasi.
Pameran ini mengajak publik untuk “mendengar kembali” perjalanan tersebut. Arsip rilisan musik, lirik, notasi, hingga instalasi imersif menghadirkan proses kreatif yang jarang terlihat di balik layar. Penonton tidak hanya diajak mengenang, tetapi juga memahami bagaimana musik diciptakan sejak tahap awal pengembangan film.
Melalui kolaborasi dengan Lokananta, ruang bersejarah musik Indonesia, pameran ini menempatkan karya Miles Films dalam lintasan budaya yang lebih luas. Musik dan film bertemu sebagai satu kesatuan, menegaskan bahwa sinema Indonesia tidak hanya dibangun oleh gambar, tetapi juga oleh bunyi yang terus bergema dalam ingatan kolektif.
(Sumber gambar: mettanews.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
