Move Art: Ruang Tenang di Tengah Kota yang Terburu-buru
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Surabaya
Di tengah denyut kota yang terus bergerak cepat, Galeri Prabangkara menawarkan sesuatu yang semakin langka: ketenangan. Melalui pameran Move Art, pengunjung diajak berhenti sejenak dari rutinitas, menurunkan tempo, dan berhadapan langsung dengan karya seni rupa yang sarat makna.
Lukisan-lukisan yang dipamerkan tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membuka ruang dialog batin. Setiap karya menghadirkan pengalaman visual yang mendorong pengunjung untuk merenung, tentang diri, tentang kota, dan tentang kehidupan yang kerap berjalan tanpa jeda. Di ruang ini, seni berfungsi sebagai medium refleksi, bukan sekadar objek pameran.
Di tengah arus digitalisasi yang membuat manusia semakin akrab dengan layar, Move Art justru menegaskan pentingnya pengalaman hadir secara langsung. Melihat karya secara fisik, merasakan tekstur, warna, dan suasana ruang pamer, menjadi pengalaman yang tidak tergantikan oleh teknologi.
Pameran ini juga membawa pesan kuat tentang peran seni dalam kehidupan urban. Kota bukan hanya kumpulan gedung, jalan, dan sistem kerja. Tanpa seni, kota kehilangan sisi kemanusiaannya. Ia berfungsi, tetapi tidak memberi ruang bagi perasaan dan imajinasi.
Melalui Move Art, seni hadir sebagai ruang jeda, tempat manusia kembali merasakan dirinya. Sebuah pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk kota, kita tetap membutuhkan keheningan untuk memahami hidup.
(Sumber gambar: harian.disway.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
