Merayakan Usia Dua Puluh Lewat Seni: DCG #20 sebagai Ruang Refleksi Generasi Muda

Friday, 30 January 2026 06:33:33

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Usia dua puluh sering disebut sebagai fase peralihan yang penuh kegamangan. Di titik inilah seseorang mulai berdamai dengan diri sendiri, merayakan luka, mimpi, dan proses pendewasaan. Semangat itulah yang dihadirkan dalam pameran Dendang Calon Guru (DCG) #20 di Taman Budaya Yogyakarta. Mengusung tema Perayaan Diri: The Turning 20s, pameran ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan refleksi perjalanan generasi muda melalui seni.

Selama 23–26 Januari 2026, DCG #20 menghadirkan sekitar 120 karya terpilih dari ratusan seniman muda hingga senior dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap karya menjadi medium untuk mengungkap pengalaman personal—tentang hubungan, kehilangan, ingatan, hingga harapan yang belum sepenuhnya terwujud. Seni hadir bukan sebagai hiasan ruang, melainkan sebagai bahasa untuk menyampaikan hal-hal yang sulit diucapkan secara verbal.

Pameran ini juga menandai konsistensi DCG yang telah berlangsung selama dua dekade sejak 2001. Di usia ke-20, DCG tidak hanya mempertahankan tradisi pameran, tetapi juga memperluas makna perayaan. Ia menjadi ruang aman bagi seniman untuk jujur pada dirinya sendiri, tanpa takut dinilai atau dihakimi.

Melalui DCG #20, seni rupa dan kriya diposisikan sebagai sarana refleksi generasi. Bahwa menjadi dewasa tidak selalu tentang kepastian, tetapi tentang keberanian merayakan proses dengan segala ketidaksempurnaannya.

(Sumber gambar: rri.co.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait