Merayakan Usia dengan Makna: Strategi Seni Grand Candi Hotel Semarang
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Memasuki usia ke-28, Grand Candi Hotel Semarang memilih cara yang berbeda untuk merayakan perjalanannya. Alih-alih sekadar seremoni internal, hotel bintang lima ini membuka ruang publik melalui pameran seni Timeless Harmony, sebuah strategi yang memadukan hospitality, seni, dan pengalaman kultural.
Pameran yang berlangsung selama satu bulan ini menegaskan positioning Grand Candi sebagai hotel berkonsep art & gallery. Dengan menghadirkan 28 karya dari 10 seniman lintas gaya, hotel tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman estetik yang berkesan bagi tamu maupun masyarakat umum.
Kolaborasi dengan komunitas seniman Patsijiwanta dari Yogyakarta menunjukkan keberpihakan pada ekosistem seni lokal. Langkah ini sekaligus memperkuat citra hotel sebagai ruang kreatif yang terbuka, inklusif, dan relevan dengan perkembangan gaya hidup urban. Seni dihadirkan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai identitas.
Marcom Manager Grand Candi Hotel Semarang, Azkar Rizal Muhammad, menegaskan bahwa Timeless Harmony merupakan bagian dari komitmen jangka panjang hotel dalam menciptakan pengalaman menginap yang humanis dan bermakna. Melalui seni, hotel membangun kedekatan emosional dengan tamu, sesuatu yang semakin penting di tengah persaingan industri perhotelan.
Di era pariwisata berbasis pengalaman, pendekatan seperti ini menjadi nilai tambah strategis. Grand Candi Hotel tidak hanya menjual kenyamanan fisik, tetapi juga rasa ‘pulang’ yang dibangun lewat atmosfer, narasi, dan interaksi budaya. Perayaan 28 tahun ini pun menjadi contoh bagaimana seni dapat menjadi medium branding yang elegan, berkelanjutan, dan menyentuh publik secara luas.
(Sumber gambar: joglosemarangnews.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
