Meramu Seni dari Hal-Hal yang Dekat: Hidden Potion dan Daya Cerita dalam Keseharian

Saturday, 31 January 2026 05:35:00

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Surabaya

Pameran Hidden Potion di ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya menghadirkan seni rupa yang tidak berjarak dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menampilkan karya yang terasa asing atau terlalu konseptual, pameran ini justru meramu pengalaman personal, ingatan, dan pengamatan sederhana menjadi bahasa visual yang akrab dan komunikatif.

Sebanyak 26 karya dari lima seniman, Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin ditampilkan dengan pendekatan yang beragam. Figur, humor, dan referensi budaya visual kontemporer menjadi medium untuk menyampaikan gagasan tentang relasi manusia, memori, imajinasi, serta pengalaman emosional. Karya-karya ini tidak berdiri sebagai objek yang menuntut pemahaman tunggal, melainkan membuka kemungkinan tafsir yang personal bagi setiap pengunjung.

Dalam Hidden Potion, seni diposisikan sebagai hasil proses panjang: akumulasi rasa, pengalaman hidup, dan refleksi atas lingkungan sekitar. Pengunjung diajak melihat bahwa ide besar sering kali lahir dari hal-hal kecil, keseharian yang mungkin luput diperhatikan. Pendekatan ini membuat pameran terasa relevan, terutama bagi publik yang tidak selalu akrab dengan dunia seni rupa.

Ditulis oleh Rahma Tussofiyah, Hidden Potion dibaca sebagai ruang pertemuan antara ingatan dan proses kreatif. Setiap karya saling terhubung, membentuk narasi yang cair namun tidak mengikat. Di sinilah kekuatan pameran ini: memberi ruang bagi pengunjung untuk berhenti sejenak, merenung, dan menemukan makna mereka sendiri dari cerita-cerita visual yang disajikan.

(Sumber gambar: radarsurabaya.jawapos.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait