Menyongsong Matahari 2026: Nasirun dan Ajakan Sunyi Menjaga Kewarasan

Thursday, 29 January 2026 08:46:45

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh kebisingan, pameran “Menyongsong Matahari 2026” karya Nasirun di Bentara Budaya Yogyakarta hadir sebagai ruang hening. Karya-karya yang dipamerkan tidak berteriak, tetapi berbisik mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan menengok ke dalam diri.

Nasirun memaknai matahari sebagai simbol harapan, kesadaran, dan awal baru. Proses kreatif yang ia jalani pada dini hari, menjelang fajar, memperkuat dimensi spiritual dalam lukisan-lukisannya. Melukis bukan sekadar aktivitas artistik, melainkan laku batin yang sarat perenungan tentang hidup, iman, dan kewarasan manusia modern.

Melalui konsep waras, wiris, dan wareg, Nasirun menegaskan pentingnya keseimbangan antara tubuh, ingatan kepada Tuhan, dan rasa cukup. Tiga nilai ini terasa relevan di tengah tekanan hidup kontemporer yang kerap mendorong manusia untuk terus berlari tanpa jeda.

Pameran ini bukan sekadar suguhan visual, tetapi pengalaman reflektif. Setiap warna, goresan, dan simbol bekerja sebagai pengingat bahwa hidup tidak melulu soal pencapaian, melainkan juga tentang kesadaran menjalani hari.

“Menyongsong Matahari 2026” menjadi ajakan lembut untuk menata ulang ritme hidup. Dalam kesunyian galeri, pengunjung diajak menyambut masa depan dengan batin yang lebih jernih dan kaki yang tetap menapak bumi.

(Sumber gambar: jogja.disway.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait