Mengubah Hambatan Menjadi Karya di Pameran “UNSPOKEN”

Wednesday, 25 March 2026 17:42:43

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran tunggal bertajuk UNSPOKEN yang digelar oleh Airlangga Satryatama Wisnumurti (Angga) di Tan Art Space pada 25–31 Maret 2026, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Sebagai penyandang disleksia dan hiperaktif, Angga memilih kuas dan kanvas sebagai cara berkomunikasi ketika kata-kata sulit untuk diucapkan.

Melalui kurasi dari Puspa Murya Aryani Ramadanti, pameran ini dibagi menjadi tiga bagian: Ruang Ingatan, Transisi, dan Ruang Imajinasi. Di dalam ruang-ruang tersebut, Angga menampilkan gaya lukisan “naif” yang terlihat sederhana namun sarat akan kritik sosial dan isu lingkungan. Salah satu contohnya adalah karya Pantai Plastik yang menyuarakan keresahan terhadap polusi alam.

Dukungan dari keluarga serta institusi pendidikan seperti Sekolah Nasima, Klub Merby, dan UNNES menjadi pondasi kuat bagi perkembangan artistik Angga. Di bawah bimbingan yang tepat, hambatan bahasa yang ia alami justru berubah menjadi kekuatan ekspresi yang jujur. Pameran ini mengajak kita menyadari bahwa seni dapat melampaui batasan bahasa verbal. Melalui warna dan garis, Angga membuktikan bahwa pesan yang paling dalam sering kali tersampaikan justru tanpa sepatah kata pun.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait