Mengubah Hambatan Menjadi Karya di Pameran “UNSPOKEN”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Pameran tunggal bertajuk UNSPOKEN yang digelar oleh Airlangga Satryatama Wisnumurti (Angga) di Tan Art Space pada 25–31 Maret 2026, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Sebagai penyandang disleksia dan hiperaktif, Angga memilih kuas dan kanvas sebagai cara berkomunikasi ketika kata-kata sulit untuk diucapkan.
Melalui kurasi dari Puspa Murya Aryani Ramadanti, pameran ini dibagi menjadi tiga bagian: Ruang Ingatan, Transisi, dan Ruang Imajinasi. Di dalam ruang-ruang tersebut, Angga menampilkan gaya lukisan “naif” yang terlihat sederhana namun sarat akan kritik sosial dan isu lingkungan. Salah satu contohnya adalah karya Pantai Plastik yang menyuarakan keresahan terhadap polusi alam.
Dukungan dari keluarga serta institusi pendidikan seperti Sekolah Nasima, Klub Merby, dan UNNES menjadi pondasi kuat bagi perkembangan artistik Angga. Di bawah bimbingan yang tepat, hambatan bahasa yang ia alami justru berubah menjadi kekuatan ekspresi yang jujur. Pameran ini mengajak kita menyadari bahwa seni dapat melampaui batasan bahasa verbal. Melalui warna dan garis, Angga membuktikan bahwa pesan yang paling dalam sering kali tersampaikan justru tanpa sepatah kata pun.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
