Mengalir Bersama Warna: Afnan Malay Membuka Tahun Seni di Tan Artspace
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Tan Artspace Semarang membuka tahun 2026 dengan menghadirkan pameran tunggal perupa Afnan Malay bertajuk Alir. Pameran ini berlangsung pada 8–20 Februari 2026 di Tan Artspace, Jalan Papandayan No. 11, dan terbuka untuk umum. Alir menjadi penanda awal agenda seni rupa Tan Artspace sekaligus ruang perjumpaan publik dengan karya-karya terbaru Afnan Malay.
Pameran ini resmi dibuka pada Minggu (8/2/2026) oleh budayawan Taufik Rahzen. Dikuratori oleh Rain Rosidi, Alir menampilkan sejumlah lukisan yang mengangkat gagasan tentang gerak, perjalanan, dan proses hidup yang terus berjalan. Salah satu karya yang ditampilkan adalah Perahu-Perahu Ditambatkan, sebuah lukisan akrilik di atas kanvas yang menggambarkan suasana tenang, namun sarat makna tentang persinggahan dan arah hidup.
Melalui tema “mengalir”, Afnan Malay tidak hanya berbicara tentang bentuk visual, tetapi juga tentang pengalaman personalnya. Dikenal sebagai penyair dan aktivis sosial, Afnan membawa perjalanan hidupnya termasuk pengalaman residensi seni di Chili dan Kazakhstanke dalam medium lukis. Warna, bidang, dan ritme menjadi bahasa baru untuk menyampaikan perenungan yang sebelumnya ia tuliskan lewat puisi.
Kurator Rain Rosidi melihat karya-karya Afnan sebagai rekaman pengalaman batin yang tidak selalu lurus. Lukisan-lukisannya terasa hidup, bergerak perlahan seperti air yang mencari jalan. Sementara itu, owner Tan Artspace, Dony H Wibowo, menyebut Alir sebagai pameran yang membuka dialog antara seni rupa, sastra, dan pengalaman sosial. Pameran Alir diharapkan menjadi ruang refleksi bagi publik Semarang untuk menikmati seni sekaligus merayakan proses kreatif yang terus bergerak dan berkembang.
Doc. Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
