Menepi Sejenak di “Ruang Tafakur”: Saat Seni Bicara Soal Iman dan Ketenangan Batin

Wednesday, 04 March 2026 15:11:58

Written by Sefiyan Eza N. H.

  Semarang

Pernahkah Anda merasa lelah dengan hiruk-pikuk dunia digital dan ingin mencari ketenangan? Jika iya, pameran seni rupa bertajuk “Ruang Tafakur” di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) adalah tempat yang tepat. Pameran yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini bukan sekadar pajangan lukisan biasa, melainkan sebuah undangan untuk “menepi” dan merenung.

Gus Yahya, Ketua Umum PBNU, punya pandangan menarik saat membuka acara ini. Beliau menyebut bahwa seni bisa menjadi ruang spiritual sekaligus intelektual. Artinya, saat melihat karya seni, kita tidak hanya diajak mengagumi keindahannya secara visual (mata), tapi juga diajak berpikir (otak) dan merasakan kedalaman makna (hati). Uniknya, Gus Yahya berkelakar bahwa karya-karya ini terasa lebih nikmat dinikmati saat perut sedang lapar, merujuk pada suasana Ramadhan yang penuh keprihatinan namun sarat makna.

Hilmi Faiq, sang kurator, menjelaskan bahwa ide pameran ini muncul dari pengalaman bulan Ramadhan sebagai momen “pengendapan batin”. Di sini, ada 20 seniman dari berbagai latar belakang yang ikut serta. Mereka menerjemahkan spiritualitas Islam ke dalam berbagai bentuk, mulai dari lukisan kaligrafi, patung instalasi, hingga seni video. Ada nama-nama besar seperti Nasirun hingga Arahmaiani yang ikut memamerkan karya mereka.

Pameran ini menjadi pengingat penting bagi kita. Di tengah gempuran teknologi dan media sosial, kita butuh “Ruang Tafakur” untuk mengenal kembali diri kita yang sebenarnya—makhluk yang punya sisi rapuh sekaligus mulia. Karya seni di sini seolah menjadi pintu yang terbuka perlahan, mengajak pengunjung masuk dalam suasana yang tenang dan reflektif. Jadi, bagi Anda yang ingin merasakan energi positif dan melihat bagaimana iman diekspresikan lewat warna dan garis, pameran ini adalah oase yang tak boleh dilewatkan.

(Sumber gambar: nu.or.id)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait