Menepi Sejenak di “Ruang Tafakur”: Saat Seni Bicara Soal Iman dan Ketenangan Batin
Written by Sefiyan Eza N. H.
Semarang
Pernahkah Anda merasa lelah dengan hiruk-pikuk dunia digital dan ingin mencari ketenangan? Jika iya, pameran seni rupa bertajuk “Ruang Tafakur” di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) adalah tempat yang tepat. Pameran yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini bukan sekadar pajangan lukisan biasa, melainkan sebuah undangan untuk “menepi” dan merenung.
Gus Yahya, Ketua Umum PBNU, punya pandangan menarik saat membuka acara ini. Beliau menyebut bahwa seni bisa menjadi ruang spiritual sekaligus intelektual. Artinya, saat melihat karya seni, kita tidak hanya diajak mengagumi keindahannya secara visual (mata), tapi juga diajak berpikir (otak) dan merasakan kedalaman makna (hati). Uniknya, Gus Yahya berkelakar bahwa karya-karya ini terasa lebih nikmat dinikmati saat perut sedang lapar, merujuk pada suasana Ramadhan yang penuh keprihatinan namun sarat makna.
Hilmi Faiq, sang kurator, menjelaskan bahwa ide pameran ini muncul dari pengalaman bulan Ramadhan sebagai momen “pengendapan batin”. Di sini, ada 20 seniman dari berbagai latar belakang yang ikut serta. Mereka menerjemahkan spiritualitas Islam ke dalam berbagai bentuk, mulai dari lukisan kaligrafi, patung instalasi, hingga seni video. Ada nama-nama besar seperti Nasirun hingga Arahmaiani yang ikut memamerkan karya mereka.
Pameran ini menjadi pengingat penting bagi kita. Di tengah gempuran teknologi dan media sosial, kita butuh “Ruang Tafakur” untuk mengenal kembali diri kita yang sebenarnya—makhluk yang punya sisi rapuh sekaligus mulia. Karya seni di sini seolah menjadi pintu yang terbuka perlahan, mengajak pengunjung masuk dalam suasana yang tenang dan reflektif. Jadi, bagi Anda yang ingin merasakan energi positif dan melihat bagaimana iman diekspresikan lewat warna dan garis, pameran ini adalah oase yang tak boleh dilewatkan.
(Sumber gambar: nu.or.id)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
