Menemukan Harmoni yang Tak Lekang di Tengah Kota Semarang

Thursday, 29 January 2026 08:39:40

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Di tengah ritme kota yang terus bergerak cepat, seni hadir sebagai ruang jeda. Itulah yang ditawarkan pameran Timeless Harmony Art Expo di Grand Candi Hotel Semarang. Digelar dalam rangka perayaan 28 tahun hotel tersebut, pameran ini tidak sekadar menjadi hiasan perayaan, melainkan undangan reflektif bagi siapa pun yang singgah.

Selama satu bulan penuh, mulai 8 Januari hingga 8 Februari 2026, sebanyak 28 karya dari 10 seniman dipamerkan dan dapat diakses gratis oleh publik. Area lobi hingga restoran hotel berubah menjadi ruang dialog visual yang menghadirkan beragam pendekatan artistik dari abstrak hingga naturalisme dengan benang merah harmoni dan keseimbangan hidup.

Kolaborasi dengan komunitas seniman Yogyakarta, Patsijiwanta memperkaya lanskap artistik pameran ini. Nama-nama, seperti Annie Sofyan, Dwipo Hadi, hingga Jajang R. Kawentar menghadirkan tafsir personal tentang kehidupan modern yang kerap kehilangan keseimbangan. Jajang menegaskan bahwa harmoni sejatinya tidak selalu dicari di luar, melainkan telah hadir dalam diri manusia sendiri.

Pesan tersebut terasa kuat dalam karya Imajinasi Kota yang memandang kota sebagai ruang berlabuh, maupun Kupilih Melepas yang menarasikan kebebasan batin. Pameran ini menjadi pengingat bahwa seni memiliki peran penting sebagai medium kontemplasi, terutama di ruang-ruang yang sehari-hari kita lewati tanpa benar-benar kita rasakan.

Lewat Timeless Harmony, seni tidak diposisikan sebagai sesuatu yang eksklusif, melainkan sebagai pengalaman yang dekat, personal, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

(Sumber gambar: grandcandismg)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait