Membenteng Kreativitas: Mengapa Seniman Digital Wajib Melek HKI?
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Dunia digital adalah pedang bermata dua bagi para seniman masa kini. Di satu sisi, platform seperti Instagram dan TikTok menjadi galeri raksasa yang membuka pintu popularitas. Namun di sisi lain, kemudahan akses ini membuat karya seni sangat rentan terhadap pencurian dan penyalahgunaan. Isu krusial inilah yang dikupas tuntas dalam talkshow Intellectual Property di Tan Art Space, Semarang, Jumat (27/3) lalu.
Menghadirkan sosok seniman muda Airlangga Satryatama Wisnumurti dan Arief Hadinata dari Hokg Studio, diskusi ini menjadi pengingat keras bahwa karya seni bukan sekadar soal estetika, melainkan aset ekonomi yang sah secara hukum. Banyak seniman muda sering kali terlambat menyadari bahwa begitu sebuah karya diunggah tanpa perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang jelas, nilai orisinalitasnya berada di ujung tanduk.
Memahami HKI bukan berarti membatasi distribusi karya, melainkan memberikan “identitas” hukum yang kuat. Dengan kesadaran hak cipta, seniman memiliki kendali penuh atas bagaimana karya mereka digunakan oleh pihak lain. Diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian Unspoken Solo Exhibition 2026 ini membuka mata peserta bahwa langkah-langkah preventif—seperti pendaftaran hak cipta atau sekadar memahami lisensi digital—adalah investasi jangka panjang. Di tengah hiruk-pikuk industri kreatif yang kian kompetitif, melek hukum adalah cara paling elegan bagi seorang kreator untuk menghargai jerih payahnya sendiri sekaligus menjaga keberlanjutan karier mereka di masa depan.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
