Melukis Bersama di Bale Kajenar: Ketika Seni Rupa Menjadi Bahasa Keteladanan

Tuesday, 27 January 2026 12:09:23

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Kegiatan Kepyakan Bale Kajenar di Imogiri menghadirkan wajah seni rupa yang tak sekadar estetis, tetapi juga edukatif. Melalui agenda melukis massal di satu kanvas, seni diposisikan sebagai medium pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Tema “Nedhak Ratu Nuladha Laku” menjadi benang merah yang menautkan proses berkarya dengan pesan keteladanan dalam tradisi Jawa.

Puluhan siswa SD dan SMP yang terlibat bukan hanya diajak memegang kuas, tetapi juga merasakan pengalaman kolektif dalam berkesenian. Di ruang terbuka Bale Kajenar, seni lukis hadir sebagai aktivitas sosial, bukan praktik individual yang eksklusif. Anak-anak belajar bahwa seni bukan soal hasil akhir semata, melainkan proses, kebersamaan, dan keberanian mengekspresikan diri.

Kehadiran seniman profesional yang melukis langsung objek Gapura Bale Kajenar turut memperkaya pengalaman visual peserta. Mereka menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal dapat diolah menjadi karya kontemporer tanpa kehilangan ruh budaya. Iringan musik keroncong khas Imogiri menambah suasana syahdu menjadikan kegiatan melukis sebagai peristiwa lintas indera.

Melalui Kepyakan Bale Kajenar, seni rupa tampil sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan budaya dapat ditanamkan lewat pendekatan kreatif yang membumi. Seni, dalam konteks ini, bukan sekadar pajangan dinding, melainkan laku hidup yang diwariskan.

(Sumber gambar: kompasx.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait