Melihat Ulang: Ketika Persepsi Kita Mulai Dipertanyakan
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Jakarta
Salah satu hal menarik dari pameran “Alih” karya Handiwirman Saputra adalah bagaimana karya-karyanya membuat penonton mempertanyakan apa yang mereka lihat. Pameran ini tidak hanya menampilkan bentuk visual, tetapi juga mengajak kita memikirkan kembali cara kita memahami suatu objek.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia terbiasa mengenali benda dengan cepat. Kita melihat bentuk tertentu lalu langsung memberi nama atau fungsi. Namun dalam karya Handiwirman, kebiasaan itu menjadi tidak selalu berlaku.
Bentuk-bentuk yang ia hadirkan tampak seperti sesuatu yang kita kenal, tetapi tidak sepenuhnya jelas. Ada yang menyerupai bagian tubuh, lipatan kain, atau elemen alam. Meski demikian, tidak ada kepastian tentang apa sebenarnya bentuk tersebut.
Situasi ini membuat penonton berada di antara dua perasaan: yakin dan ragu. Kita merasa pernah melihat bentuk itu sebelumnya, tetapi tidak benar-benar bisa memastikannya.
Melalui cara ini, pameran “Alih” seolah menguji kepercayaan kita pada penglihatan. Apakah kita benar-benar melihat suatu objek, atau hanya mengenalinya berdasarkan kebiasaan?
Pertanyaan sederhana ini membuat pengalaman melihat karya seni menjadi lebih reflektif. Penonton tidak hanya melihat, tetapi juga berpikir tentang bagaimana persepsi bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
(Sumber gambar: @nadi.gallery)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
