Maraknya Pemalsuan Karya Seni Rugikan Seniman dan Kolektor
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
Fenomena pemalsuan karya seni kembali menghantui dunia seni rupa Indonesia. Kasus serupa pernah mencuat pada 2012, ketika kolektor besar Oei Hong Djien terseret dalam skandal dugaan pemalsuan karya sejumlah maestro. Dalam laporan utama Majalah Tempo edisi 25 Juni 2012 berjudul “Lukisan Palsu Sang Maestro”, disebutkan bahwa salah satu lukisan koleksi Soedibio milik OHD diragukan keasliannya.
Persoalan ini kembali mencuat baru-baru ini setelah Studio Kalahan milik seniman kawakan Heri Dono mengungkap temuan maraknya penjualan karya palsu atas namanya di berbagai situs marketplace. Temuan tersebut menunjukkan bahwa praktik pemalsuan kini semakin meluas melalui platform digital.
Menurut Heri Dono, praktik forgery bukanlah hal baru. Ia mengaku telah mengamati gejala ini sejak akhir 2000-an. Namun, perkembangan teknologi digital membuat penyebaran karya palsu menjadi lebih masif. Di sisi lain, jejak digital juga memudahkan publik untuk melacak peredaran karya-karya tersebut.
Hingga kini, belum ada sanksi pidana yang secara tegas menjerat pelaku pemalsuan karya seni. Padahal, persoalan ini tidak hanya menyangkut kerugian materi, tetapi juga menyentuh hak intelektual keluarga seniman serta integritas ekosistem seni rupa Indonesia secara keseluruhan.
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
