Mangsa Kalasubo: Seni Rupa sebagai Harapan di Usia Seabad NU

Sunday, 01 February 2026 15:06:42

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Surabaya

Pameran lukisan Mangsa Kalasubo yang digelar Lesbumi PWNU Jawa Timur di Surabaya menjadi salah satu penanda penting perayaan 100 tahun Nahdlatul Ulama. Menghadirkan perupa nasional seperti Gus Mus, Nasirun, Acep Zamzam Noor, hingga Nabila Dewi Gayatri, pameran ini tidak hanya merayakan capaian usia, tetapi juga menyuarakan harapan atas masa depan Indonesia.

Tema Mangsa Kalasubo merujuk pada ramalan Prabu Jayabaya tentang datangnya masa kemakmuran setelah periode kekacauan. Dalam konteks hari ini, tema tersebut terasa relevan. Di tengah situasi sosial yang penuh kegelisahan seperti krisis moral, ketimpangan, hingga kerusakan lingkungan, seni rupa hadir sebagai medium refleksi sekaligus doa kolektif.

Karya-karya yang dipamerkan tidak berdiri sebagai objek estetis semata. Ia memuat kegelisahan zaman dan harapan akan perubahan. Nilai-nilai keislaman yang lekat dengan tradisi NU hadir secara kultural: tidak menggurui, tetapi mengajak merenung. Seni menjadi ruang dialog antara spiritualitas, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Pameran ini juga menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang menaruh perhatian serius pada kebudayaan. Selama satu abad, NU tidak hanya bergerak di ranah dakwah dan sosial, tetapi juga kebudayaan sebagai fondasi peradaban. Mangsa Kalasubo menjadi simbol optimisme bahwa melalui seni, harapan akan masa cerah Indonesia terus dirawat dan disuarakan.

(Sumber gambar: nu.or.id)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait