Mangsa Kalasubo: Seni Rupa sebagai Harapan di Usia Seabad NU
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Surabaya
Pameran lukisan Mangsa Kalasubo yang digelar Lesbumi PWNU Jawa Timur di Surabaya menjadi salah satu penanda penting perayaan 100 tahun Nahdlatul Ulama. Menghadirkan perupa nasional seperti Gus Mus, Nasirun, Acep Zamzam Noor, hingga Nabila Dewi Gayatri, pameran ini tidak hanya merayakan capaian usia, tetapi juga menyuarakan harapan atas masa depan Indonesia.
Tema Mangsa Kalasubo merujuk pada ramalan Prabu Jayabaya tentang datangnya masa kemakmuran setelah periode kekacauan. Dalam konteks hari ini, tema tersebut terasa relevan. Di tengah situasi sosial yang penuh kegelisahan seperti krisis moral, ketimpangan, hingga kerusakan lingkungan, seni rupa hadir sebagai medium refleksi sekaligus doa kolektif.
Karya-karya yang dipamerkan tidak berdiri sebagai objek estetis semata. Ia memuat kegelisahan zaman dan harapan akan perubahan. Nilai-nilai keislaman yang lekat dengan tradisi NU hadir secara kultural: tidak menggurui, tetapi mengajak merenung. Seni menjadi ruang dialog antara spiritualitas, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Pameran ini juga menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang menaruh perhatian serius pada kebudayaan. Selama satu abad, NU tidak hanya bergerak di ranah dakwah dan sosial, tetapi juga kebudayaan sebagai fondasi peradaban. Mangsa Kalasubo menjadi simbol optimisme bahwa melalui seni, harapan akan masa cerah Indonesia terus dirawat dan disuarakan.
(Sumber gambar: nu.or.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
