Macapat, Lentera, dan Gen Z: Ketika Tradisi Menyapa Masa Depan

Friday, 30 January 2026 06:24:26

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Salah satu aspek menarik dari pameran “Menyongsong Matahari 2026” adalah bagaimana Nasirun menjembatani tradisi dengan generasi masa kini. Pengalaman budaya yang ia ceritakan—macapat, lentera, dan lagu “Urip” menjadi titik temu antara masa lalu dan masa depan.

Nasirun mengenang momen ribuan anak-anak Generasi Z yang duduk hening mendengarkan macapat. Sebuah pemandangan yang jarang terjadi di era serba digital. Tradisi yang sering dianggap kuno justru hadir sebagai ruang refleksi kolektif yang relevan.

Lentera menjadi simbol penting dalam narasi ini. Bagi Nasirun, lentera bukan hanya cahaya fisik, tetapi ingatan tentang ayahnya yang berkeliling kampung demi keselamatan warga. Cahaya kecil yang menjaga kewarasan bersama.

Inspirasi dari konser Urup dan lagu “Urip” karya Kunto Aji juga memperkuat dialog lintas generasi. Musik, tradisi, dan seni rupa menyatu sebagai pesan menjaga kewarasan di tengah ketidakpastian zaman.

Melalui pameran ini, Nasirun menunjukkan bahwa tradisi bukan barang usang. Ia adalah sumber nilai yang dapat terus ditafsir ulang, menjadi pegangan bagi generasi muda dalam menyongsong masa depan dengan sadar, ingat, dan cukup.

(Sumber gambar: @bentarabudayayk)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait