Lomba Desain Batik Semarangan: Merawat Identitas Lokal Lewat Kreativitas Pelajar

Wednesday, 11 February 2026 11:39:53

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Selain pameran seni rupa, Festival MGMP Seni Budaya SMP Kota Semarang 2026 juga menghadirkan lomba desain batik bertema Semarangan. Lomba ini menjadi salah satu agenda penting dalam festival karena mengajak pelajar untuk mengenal dan mengolah budaya lokal melalui pendekatan visual yang kreatif.

Batik dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai warisan budaya Indonesia, batik memiliki ruang luas untuk terus berkembang, termasuk melalui sentuhan ide dan sudut pandang generasi muda. Dalam lomba ini, peserta diajak merancang motif batik yang terinspirasi dari ikon, sejarah, tradisi, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Semarang.

Melalui proses mendesain batik, siswa tidak hanya belajar tentang estetika, tetapi juga menggali makna di balik simbol dan motif. Mereka belajar bahwa setiap garis, pola, dan warna memiliki cerita. Dari sinilah nilai budaya ditanamkan secara halus namun bermakna.

Lomba desain batik Semarangan juga menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri pelajar. Karya mereka tidak hanya dinilai oleh guru, tetapi juga diapresiasi dalam rangkaian festival yang lebih luas. Hal ini memberikan pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkarya.

Lebih jauh, kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan melibatkan pelajar sejak dini, batik Semarangan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diberi peluang untuk berkembang secara inovatif. Melalui lomba ini, MGMP Seni Budaya menunjukkan bahwa pendidikan seni dapat menjadi jembatan antara tradisi, kreativitas, dan masa depan budaya lokal.

Doc. Tim Liputan PT Rasa Kreasi Karya

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait