Live Painting: Menangkap Esensi Wajah di Pasar Wangi #Sanga 2026

Sunday, 08 February 2026 06:47:39

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Di tengah riuhnya suasana Pasar Wangi gelaran ke sembilan kalinya, sebuah sudut menarik perhatian pengunjung dengan aktivitas yang tenang namun memikat: live painting yang dilakukan oleh Bapak Edi. Berbeda dengan proses melukis konvensional yang sering kali memakan waktu lama di studio, seniman di acara ini menunjukkan kemahirannya menangkap realitas secara instan.

Bagi sang seniman, persiapan untuk live painting tergolong sederhana namun menuntut ketangkasan. Cukup dengan selembar kertas dan ide yang segar, ia siap mengabadikan subjek (orang) yang ada tepat di depan matanya. Proses ini mengandalkan kehadiran objek secara langsung, seperti pengunjung yang bersedia duduk untuk dilukis sketsa wajahnya. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, sebuah karya sketsa yang personal dan mirip dengan aslinya pun tercipta, memberikan kepuasan instan bagi para “pelanggan” seni ini.

Namun, sang seniman menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara sketsa cepat ini dengan lukisan bertema besar. Jika lukisan pemandangan atau karya tematik memerlukan narasi, konsep matang, dan sering kali diselesaikan di rumah setelah proses hunting objek, live painting lebih mengutamakan interaksi dan respons cepat terhadap momen. Dalam live painting, seniman harus mampu menafsirkan objek secara langsung tanpa perlu persiapan teknis yang rumit.

Kehadiran seni live painting di Pasar Wangi #Sanga bukan sekadar hiburan visual, melainkan jembatan yang mendekatkan masyarakat dengan proses kreatif seniman secara intim dan nyata.

Doc. Sefiyan Eza

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait