L’Asry Gelar Kuliah Umum Bahas Peta Pasar Seni Rupa Global
Written by Ning Imas Ati Z.
Semarang, Jawa Tengah
L’Asry menggelar kuliah umum bertajuk “Pengetahuan Peta Pasar Seni Rupa untuk Seniman” dengan menghadirkan St. Eddy Prakoso atau yang akrab disapa Pak Oyik sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan mengenai dinamika pasar seni rupa di tingkat global.
Dalam pemaparannya, Pak Oyik menyoroti dominasi negara-negara Barat dalam pasar seni rupa dunia. Ia menyebut Amerika Serikat masih menempati posisi teratas dengan penguasaan pasar sekitar 45 persen, disusul Inggris dan Cina.
“Pasar seni global masih didominasi oleh Amerika Serikat sekitar 45 persen, disusul Inggris dan Cina. Asia, termasuk Indonesia, masih menjadi bagian kecil,” ujar Pak Oyik.
Menurutnya, pemahaman terhadap peta pasar seni rupa menjadi hal penting bagi para seniman. Pengetahuan tersebut dapat membantu seniman menentukan strategi distribusi karya, membangun jejaring, serta memperluas peluang di tingkat internasional.
Ia juga mendorong para seniman untuk tidak hanya fokus pada proses kreatif, tetapi turut memahami dinamika pasar yang berkembang secara global. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mampu menemukan ruang apresiasi yang lebih luas.
Kuliah umum ini sekaligus menjadi forum diskusi bagi peserta untuk memahami posisi Indonesia dalam percaturan pasar seni rupa dunia, serta menggali berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku seni di tengah perkembangan industri kreatif global
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
