Komitmen Pemerintah Jawa Tengah dalam Mewujudkan Kota Inklusif Seni

Thursday, 26 March 2026 16:41:32

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan serta ruang ekspresi bagi anak-anak bertalenta khusus. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Jateng dan Kota Semarang, Ibu Isti Ilma Patriani, M.Psi. dan Ibu Indraswari Widyastuti, S.E., pemerintah memandang urgensi pengembangan bakat bagi anak-anak dengan disleksia dan ADHD sebagai bagian dari pemenuhan hak anak. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memastikan terciptanya lingkungan yang aman dan inklusif di lingkup perkotaan.

Salah satu fokus utama ke depan adalah menjadikan Semarang sebagai “Kota Inklusif Seni”. Hal ini memerlukan koordinasi yang intensif antara birokrasi dan lembaga non-pemerintah untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Selain aspek perlindungan, pemerintah juga didorong untuk memastikan fasilitas publik, seperti galeri dan museum, ramah terhadap kebutuhan sensorik anak dengan ADHD. Dukungan anggaran dan beasiswa bagi prestasi non-akademik juga menjadi instrumen penting agar anak-anak seperti Airlangga dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Dengan kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah berharap dapat membangun jembatan bagi pesan-pesan kreatif anak bangsa agar tersampaikan kepada masyarakat luas.

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait