Ketika Seni Bertemu Buku dan Tradisi: IQRO’ dalam Festival Budaya Islam
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Pameran Menjalankan IQRO’ menjadi bagian penting dari rangkaian Islamic Book and Culture Festival 2026, sebuah perhelatan yang memadukan seni, buku, dan tradisi literasi Islam Nusantara. Kehadiran pameran seni rupa di tengah festival ini memperkaya cara masyarakat memahami makna membaca dan belajar.
Tidak hanya menampilkan buku dan diskusi, festival ini juga menghadirkan seni sebagai medium pengetahuan. Melalui karya seni rupa, pengunjung diajak memahami bahwa membaca tidak selalu dilakukan lewat huruf dan halaman. Membaca juga bisa hadir melalui bentuk, ruang, dan pengalaman visual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Satu Abad karya Awalludin Mualif. Karya ini merefleksikan perjalanan waktu dan sejarah, sejalan dengan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama. Latar belakang seniman yang aktif di ranah kebudayaan memberi konteks kuat pada karya tersebut, sehingga seni tidak hadir sebagai benda kosong, melainkan sarat makna sosial dan historis.
Melalui sinergi antara pameran seni dan festival buku, Menjalankan IQRO’ menegaskan bahwa literasi bisa hadir dalam banyak bentuk. Seni menjadi jembatan yang menghubungkan teks, tradisi, dan pengalaman hidup. Dalam konteks ini, iqra’ dimaknai sebagai praktik membaca yang terus bergerak seperti membaca peristiwa, membaca sejarah, dan membaca diri sendiri dalam kehidupan yang terus berubah.
(Sumber gambar: @islamic_book_culture_festival)
Edited by
Desyfa Cahya Aina
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
