Ketika Seni Bertemu Buku dan Tradisi: IQRO’ dalam Festival Budaya Islam

Saturday, 14 February 2026 16:21:51

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Pameran Menjalankan IQRO’ menjadi bagian penting dari rangkaian Islamic Book and Culture Festival 2026, sebuah perhelatan yang memadukan seni, buku, dan tradisi literasi Islam Nusantara. Kehadiran pameran seni rupa di tengah festival ini memperkaya cara masyarakat memahami makna membaca dan belajar.

Tidak hanya menampilkan buku dan diskusi, festival ini juga menghadirkan seni sebagai medium pengetahuan. Melalui karya seni rupa, pengunjung diajak memahami bahwa membaca tidak selalu dilakukan lewat huruf dan halaman. Membaca juga bisa hadir melalui bentuk, ruang, dan pengalaman visual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Satu Abad karya Awalludin Mualif. Karya ini merefleksikan perjalanan waktu dan sejarah, sejalan dengan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama. Latar belakang seniman yang aktif di ranah kebudayaan memberi konteks kuat pada karya tersebut, sehingga seni tidak hadir sebagai benda kosong, melainkan sarat makna sosial dan historis.

Melalui sinergi antara pameran seni dan festival buku, Menjalankan IQRO’ menegaskan bahwa literasi bisa hadir dalam banyak bentuk. Seni menjadi jembatan yang menghubungkan teks, tradisi, dan pengalaman hidup. Dalam konteks ini, iqra’ dimaknai sebagai praktik membaca yang terus bergerak seperti membaca peristiwa, membaca sejarah, dan membaca diri sendiri dalam kehidupan yang terus berubah.

(Sumber gambar: @islamic_book_culture_festival)

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait