Ketika Lukisan Menjadi Bahasa Damai: Resonansi Trinity Art di JIAF 2025
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Di tengah riuh Jogja International Art Fair (JIAF) 2025, ada satu ruang yang terasa lebih hening, tetapi justru paling berbicara: Trinity Art karya Sam Sianata. Tanpa perlu narasi panjang atau slogan verbal, karya-karya yang dipamerkan menghadirkan pengalaman batin yang mengajak pengunjung berhenti sejenak, menafsir, dan merasakan.
Trinity Art bukan sekadar kumpulan lukisan. Ia bekerja sebagai bahasa simbolik yang menyentuh lapisan spiritual dan kemanusiaan. Warna, figur, dan komposisi yang dihadirkan Sam Sianata menyiratkan pesan persatuan, kedamaian, serta kesetaraan manusia, nilai-nilai yang terasa relevan di tengah dunia yang kerap terfragmentasi oleh perbedaan.
Inilah yang membuat kehadiran Trinity Art di JIAF 2025 menjadi penting. Seni tidak diposisikan sebagai objek konsumsi visual semata, melainkan sebagai medium soft diplomacy. Tanpa perdebatan, tanpa propaganda, karya-karya ini menyampaikan pesan lintas budaya yang bisa diterima siapa saja, dari latar belakang mana pun.
Penutupan JIAF bukanlah penutup makna. Justru sebaliknya, gagasan yang ditinggalkan Trinity Art terus beresonansi di benak pengunjung. Banyak yang keluar dari ruang pamer dengan perasaan “dibawa pulang” oleh karya, bukan dalam bentuk barang, tetapi pengalaman.
Trinity Art menegaskan bahwa seni rupa Indonesia memiliki kapasitas untuk berdialog di level global, bukan dengan meniru, melainkan dengan karakter dan kedalaman nilai. Di tangan Sam Sianata, lukisan menjadi lebih dari estetika: ia menjadi bahasa damai yang sunyi, namun kuat.
(Sumber gambar: @jiaf25)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
