Ketika Kota Tak Lagi Ramah: Kegelisahan Urban dalam Pameran “Sisa Sisi Kota”
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Batang
Perubahan wajah kota sering kali datang diam-diam, tetapi dampaknya terasa nyata. Hal itulah yang coba disuarakan para perupa Komunitas Serbuk Pensil lewat pameran Land Art 3 bertajuk “Sisa Sisi Kota”. Digelar menjelang akhir 2025, pameran ini menjadi ruang refleksi atas transformasi Batang yang kian bergerak menuju kota industri.
Sebanyak 21 perupa asli Batang, lintas generasi dari nama senior hingga perupa Gen Z, menghadirkan karya yang merekam kegelisahan urban. Lanskap kota yang dulu akrab kini berubah oleh beton, pabrik, dan pembangunan masif. Semua itu diterjemahkan ke atas kanvas melalui sudut pandang personal masing-masing seniman.
Alih-alih menampilkan romantisme kota, karya-karya yang dipamerkan justru menyorot sisi-sisi yang kerap luput diperhatikan: ruang yang tergerus, tradisi yang terpinggirkan, hingga identitas lokal yang perlahan memudar. Kota tak lagi hanya tempat tinggal, tetapi juga sumber kegelisahan yang terus dipertanyakan.
Ketua panitia Land Art 3, Bayhaqi Januar menyebut pameran ini bukan sekadar hiburan akhir tahun. Ia menjadi medium kritik sekaligus ajakan untuk melihat Batang dari perspektif yang lebih jujur. Kota, dalam karya-karya ini, hadir sebagai entitas hidup yang tengah mengalami konflik dengan manusia itu sendiri.
Diselenggarakan secara gratis di Sekretariat DKD Batang, pameran ini membuktikan bahwa seni rupa bisa menjadi ruang dialog publik. Lewat “Sisa Sisi Kota”, para perupa Batang mengajak pengunjung berhenti sejenak, menengok kembali kota yang sedang berubah, dan bertanya: ke mana arah kita melangkah?
(Sumber gambar: rmoljawatengah.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
